Hidup, Arah, Tujuan

 Assalamualaikum, siapapun yang membaca ini. Semoga kalian selalu berada dibawah lindungan Allah SWT. Aamiin ya rabbal alamiin.

Semua yang kutulis diblog ini merupakan hasil  kuberpikir dan ingin kubagikan disini. Sedikit berbagi apa yang kupikirkan itulah caraku meredakan kegelisahan hati. Tidak banyak sembuh, tapi sedikit lega. Nanti pun kalau aku masih berumur panjang, dan masih bisa membuka blog ini, aku akan mengingat kembali apapun yang telah kuluapkan disini. Mungkin dengan cara ini jugalah aku memberikan kenangan kepada kalian. Ya, kesannya agak melankolis. Tak mengapa. Bukankah lebih baik jika kita lebih dini dan sering untuk mengingat kematian? Tapi tidak sekadar hanya diingat, perlu persiapan dan bekal yang banyak. Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang beruntung yang timbangan amal baiknya lebih banyak dari yang buruk. Aamiin.

HIDUP

Ada yang bilang, "Hidup cuma sekali, coba dinikmati, lakukan yang kamu mau!" Dulu sangat aku belum paham benar konsepnya aku tentu setuju dengan pernyataan tersebut. Lalu setelah aku sadar dan belajar, hidup tidak sekedar itu saja. Sebenarnya kita tidak hidup sekali. Kita ini makhluk immortal (abadi). Yang mengalami mati namun kemudian bangkit lagi. Ya, secara kasarnya kita hanya pindah alam. Membayangkannya pun aku belum sampai. Memang saat ini terlihat seperti mimpi. Namun nanti saat tiba waktunya mimpi ini akan menjadi nyata. Dan kita harus siap untuk itu.

Hiduplah dengan baik. Baik menurut Allah, bukan baik menurutmu saja.

ARAH

Kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Berencana menjadi pilihan walaupun hasilnya belum tentu sesuai harapan. Saat kita tidak mampu, itu tanda bahwa kita harus beristirahat sejenak. Tidak memaksakan diri. Semua hal dihidupmu sudah diatur Allah SWT. Lalu apalagi yang kau risaukan. Arah hidupmu mungkin tak tertebak dan terasa menyeramkan. Tapi ingat Allah selalu menunjukkan jalan-Nya. 

Selalu berjalanlah ke arah kebaikan. Usahakan. Kamu lebih kuat dari apa yang kamu kira.

TUJUAN

Jangan jadikan dunia sebagai tujuan. Itu salah. Dunia tempat sementara. Penuh ilusi dan intrik. Ingat itu!

Berpikirlah dengan seimbang dan rasional. Cobalah untuk mengimbangi dunia dan akhirat. Dunia penting untuk masa sekarang. Namun akhirat jauh lebih penting untuk masa depan. Karna kita akan kekal disana. 

Berlombalah untuk selalu menuju kebaikan.

Nah, itulah bebarapa hal yang ingin kuutarakan. Mohon maaf jika diksi atau ketikan ini menimbukan ketersinggungan. Niatku berbagi keluh kesah dan bukan untuk menyakiti. Sesuaikan dengan isi pikiran kalian semua. Tidak perlu terlalu mengikuti cara dan pandanganku terhadap sesuatu.

Terima kasih sudah mampir, wassalamualaikum⚘


Komentar

Postingan Populer