Hola Oktobre!
Assalamualaikum kaliaannn!
Aku gak pernah tau siapa aja yang mampir dan ngebaca blog ini, tapi semoga ada hikmah yang bisa kalian ambil dari sini yaa. Aamiin.
Bulan kesepuluh tahun dua ribu dua puluh satu. Artinya dua bulan lagi menuju pergantian tahun. Gak kerasa sama sekali. Dan aku berada dititik dimana semua hal yang kurasakan menjadi sangat berarti. Entah itu yang baik, buruk, sedih, senang, dan entahlah lainnya yang sering terjadi. Berusaha untuk memaknai setiap hal kecil apapun. Lalu mengambil pelajaran dari itu. Itulah yang sedang kulakukan belakangan ini.
Mungkin kalo aku cuma mengatakan suatu 'hal' kalian belum tentu bisa mengimajinasikannya sesuai apa yang kumaksudkan. Oke gapapa, aku tau daya imajinasi setiap orang tentu berbeda. Ijinkan aku memberikan satu contoh hal kecil yang sedang berusaha ku ambil hikmah darinya.
Dewasa ini, aku menyadari satu hal tentang pertemanan, yang mana lingkupnya terus berubah seiring pertambahan usia, tingkat pendidikan, dan frekuensi sosialisasi di komunitas. Banyak yang bilang lingkaran pertemanan akan selalu mengecil dan tidak malah melebar atau membesar seiring bertambahnya umur manusia. Itu sebenarnya tidak bisa jadi patokan, karena mungkin beberapa orang tertentu mengalami sebaliknya. Tapi sekarang yang kubahas mayoritasnya, dan itu memang benar terjadi dan kurasakan saat ini.
Terkadang aku merasa tidak mempunyai seorang temanpun. Ya, itu bukan menjadi masalah besar bagi seorang yang suka menyendiri sepertiku. Tapi tidak jarang juga aku mendambakan memiliki banyak teman yang selalu support bagaimanapun kondisiku. Aku bisa sangat menyedihkan untuk hal ini, karena aku tidak bahkan belum memilikinya. Aku hanya memiliki mereka. Kelompok-kelompok kecil pertemananku didalam lingkup privat. Bukan grup besar dimana aku bisa mengekspresikan segalanya. Hanya kelompok kecil saja.
Semua keirianku terhadap orang lain tersebut malah menyadarkanku. Karena dulu aku pernah berada dimasa ketika semua orang pernah selalu peduli terhadapku dan aku malah menyianyiakannya. Ketika mereka dengan tangan terbuka menerimaku dan aku malah mengabaikannya. Dan sekarang inilah yang terjadi padaku. Merasa dijauhi dan terabaikan. Sepertinya ini karma, aku rasa begitu.
Aku mencoba membuka mata dan hati lebih lebar lagi. Ternyata semua ini tidak selalu berdampak buruk. Memang pertemanan ini akan mengecil dan menyeleksi beberapa orang didalamnya. Aku percaya masih ada beberapa yang masih akan bertahan dan itulah mereka yang bisa dilihat ketulusannya. Mungkin tidak banyak. Tapi Allah tidak akan membiarkan kamu sendirian. Mereka yang saat ini masih berteman denganmu, mungkin sudah sekian tahun, mereka sudah lolos seleksi. Dan tentu mereka itu memberikan arti untuk hidup kita entah sekecil apapun. Aku bersyukur untuk beberapa dari mereka yang bertahan sampai hari ini berteman denganku.
Hasil seleksi pasti hanya menyisakan mereka yang berkualitas untuk hidup kalian. Berusahalah menghargai kehadiran mereka. Karena tanpa kita sadari kita terlalu acuh dan bahkan tidak peduli dengan hal sepele yang sebenarnya berdampak besar dalam hidup kita, salah satunya adalah teman. Entah aku tidak tahu apakah kalian begini juga atau tidak. Yang kutuliskan ini, murni dari apa yang selama ini aku rasakan.
Genggam temanmu itu. Apalagi yang selalu membawa ke arah kebaikan. Siapa tahu salah satu dari mereka bisa menyelamatkanmu di hari pembalasan kelak.
Sekian, curcolku kali ini. Semoga kita selalu dikelilingi orang-orang yang baik.
Sampai jumpa ditulisan berikutnya.
Wassalamualaikum⚘

Komentar
Posting Komentar