Angka yang menakutkan
Hai! Ingin sedikit bercerita tentang sesuatu.
Minggu lalu terasa agak berat karena deadline tugas magang sudah didepan mata. Sedangkan aku masih malas menyentuh bahkan mengerjakannya. Alhamdulillah, kalau memang dikerjakan akhirnya juga selesai. Hehe walaupun sebenarnya ini tugas untuk 2 orang, jadi tugasnya dibagi menjadi 2. Tidak begitu terasa beratnya.
Dan setelah itu akhir bulan kemarin ada bimbingan dan monitoring magang dari dosen pembimbing, ya tentunya online via video call Whatsapp. Kata Pak Dosen, beliau sedang lumayan free tapi ada persiapan Yudisium kaka tingkat angkatan 2018. Yah, lumrah seperti biasa, tahun depan aku yang akan seperti kaka-kaka itu. Hehe padahal belum siap lulus.
Semua terasa begitu cepat. Tahun 2019 aku masih mahasiswa baru yang belum tahu apa-apa. Kemudian tahun depan (2022) aku harus menyiapkan mental untuk lulus. Yap, kuharap semuanya akan berjalan dengan baik dan lancar. Aamiin..
Yang membuatku agak berpikir adalah ketika aku sedang berdiskusi atau chitchat bersama temanku di Whatsapp, dia bertanya "Apakah nanti kalau nilai kita segitu bakalan sesuai sama skill kita?". Ya gara-gara temanku ini habis lihat hasil pengumuman wisudawan-wisudawati saat yudisium tempo beberapa hari yang lalu.
Ini sebenarnya pembahasan yang ringan tapi kalau didalami lagi akan merembet kemana-mana.
Sudah jadi hal yang biasa sejak di Sekolah Dasar jika kita selalu mengejar angka atau nilai dibanding peningkatan kemampuan diri. Bukan tanpa alasan kadang guru pun juga menuntut nilai tinggi entah bagaimana siswa-siswi mendapatkannya. Dari sini kita tahu kalau pada awalnya sudah menyeleweng.
Lalu tanpa sadar kebiasaan ini terus berlanjut sampai ke jenjang-jenjang pendidikan selanjutnya. Ya, aku tahu mungkin ada sebagian anak yang tidak begitu dan tetap atau berubah ke jalan yang benar. Tapi faktanya masih banyak yang salah arah.
Dari situ membuatku takut akan nilai yang kudapat. Bagiku ini merupakan suatu pertanggungjawaban diri. Kalau nilaimu baik kemampuan setidaknya juga harus baik bahkan mumpuni. Terkadang pun masih sulit mencapai kata baik dan merasa selalu kurang cukup dengan kemampuan yang dimiliki. Agak miris tapi mau bagaimana lagi. Angka tetaplah angka. Nilai tetaplah nilai.
Untuk kalian yang mendapat nilai hasil belajar tinggi, renungkan, selaraskan dengan kemampuan yang kalian miliki.
Dan kalian yang memperoleh nilai hasil belajar rendah, jangan menyerah, angka tidak selalu menunjukkan jika kualitas kalian rendah.
Kita semua memiliki potensi yang baik sesuai bidang masing-masing. Tak peduli dengan nilai yang kalian dapat jika kalian mempunyai kualitas diri yang baik akan selalu ada jalan menuju masa depan yang cerah.
Pendidikan menjadi hal yang penting dan esensial bagi suatu bangsa, tapi karakter dan nilai moral generasi muda jauh lebih penting perannya dalam peningkatan kualitas negara.
Ya kan agak berat sedikit hehe. Aku menulis ini karena merasa aku juga pernah menjadi pelaku tidak baik di dunia pendidikan. Aku sadar dan berusaha untuk berubah lebih baik. Semoga kalian tetap dan selalu di jalan yang baik.
See you on another thoughts⚘

Komentar
Posting Komentar