Membandingkan diri sendiri

 Kadang suka mikir kenapa hidupku gini-gini aja? Kaya gak ada perkembangan apapun. Sedangkan kamu melihat orang lain bahkan teman yang dulu kamu kenal seakan memiliki hidup yang sempurna. Kamu merasa semuanya tak adil. Asumsimu sampai kemana-mana.

 Dari situ kamu lalu membandingkan pencapaianmu dengan orang lain. Yang kamu temukan malah selama ini sebenarnya kamu tak pernah benar-benar mencapai apapun. Semakin dalam berpikir hingga terjerembab dalam ruangan pikirmu sendiri. Hingga akhirnya muncul rasa penyesalan yang amat menyiksa dan terus menghantuimu. Kamu terus menyalahkan dirimu sendiri. Berandai, "Seandainya aku lebih giat belajar!, seandainya aku tidak mudah menyerah!, seandainya hidupku seperti mereka yang serba enak!" Ya, terus saja berandai, dan kamu lupa realitasnya bahwa selamanya waktu yang telah berlalu itu tak akan kembali sama sekali walau sedetikpun. Yang tersisa hanyalah penyesalan. 

Lalu mengapa kita tidak mencoba melihat penyesalan tersebut dari perspektif yang lebih baik? Maksudnya adalah merubah pola pikir kita yang dulunya selalu menjadikan diri kita sebagai tersangka atas segala hal yang terjadi dihidup kita dengan mengambil hikmah setiap kejadian. Toh kita juga manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. 

Kadang hidup terasa sangat lucu. Kita beralih dari satu kesalahan ke kesalahan yang lain. Bukan apa-apa. Bukan tanpa tujuan. Kita perlu belajar sesuatu dari kesalahan itu agar kelak tak lagi mengulanginya. 

Bukankah akan lebih mudah bagi kita untuk belajar dari pengalaman sebelumnya? Mengapa begitu? Karena pengalaman akan selalu berbekas dihati, apalagi yang menyangkut kurangnya diri kita. Mengingatnya bukan berarti hal yang salah. Itu karena kita akan senantiasa berusaha lebih baik lagi. Ya, seperti itu kira-kira. 

Kembali lagi ke awal ketika kamu membandingkan dirimu dengan orang lain. Saat kamu berpikir kamu tidak berproges sama sekali dihidupmu, kamu salah. Ingat. Kamu sedang berprogres apapun yang terjadi. Tanpa kamu sadari. Lakukan hal yang kamu sukai yang dapat membantumu berkembang.

Satu hal yang salah dari semua kalutnya pikiranmu, adalah caramu membandingkan. Kamu gak seharusnya membandingkan dirimu dengan orang lain. Jelas. Sangat berbeda. Sebaik-baik orang yang bisa kamu jadikan perbandingan adalah dirimu sendiri. Lihatlah dirimu dimasa lalu dan bandingkan dengan sekarang. Jika lebih baik dari yang lalu berarti kamu juga berkembang dengan baik. Begitupun dengan sebaliknya. 

Jadi, kesimpulannya berhenti berpikir kamu bukan selayaknya. Kamu layak apapun yang terjadi. Kamu akan selalu baik bersama dengan dirimu sendiri. 



***

Yap, segitu dulu aku mengeluarkan uneg-unegku. Terima kasih sudah membaca.



Komentar

Postingan Populer